CEPHAS Photo Forum Presentation: Budi Dharmawan

Rabu malam kemarin (16/6), presentasi serta diskusi perdana dari CEPHAS Photo Forum akhirnya terlaksana walau sempat sedikit mundur dari jadwal semula sembari menunggu lebih banyak peserta hadir. Mengambil tempat di inner court angkringan Yayasan Umar Kayam, acara dimulai dengan perkenalan CEPHAS yang diwakili oleh Karolus Naga. Sayangnya hujan yang kemudian turun memaksa acara presentasi berpindah ke dalam ruangan, yang karena luasnya yang tak seberapa, mengakibatkan tidak semua peserta yang datang bisa memasuki ruangan.

Presentasi dimulai dengan sedikit pengantar oleh presentator Budi Dharmawan tentang latar belakang ketoprak tobong, apa dan bagaimana kelompok seni pementasan yang selalu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain ini, dan kenapa ia memutuskan untuk mengikuti mereka dan mendokumentasikan hari-hari terakhir pementasan mereka sampai puncaknya di pementasan Pamit Mati di Alun Alun Selatan Yogyakarta. Setelah itu slideshow berisi sekitar 50-an foto pun diputar. Acara lalu dilanjutkan dengan sesi tanya jawab, yang secara menggembirakan berjalan cukup hidup dengan beragam pertanyaan yang dilontarkan oleh banyak penonton slideshow, mulai dari isu sosiologis yang berkaitan dengan kehidupan pemain ketoprak tobong, tujuan dibuatnya personal project itu sendiri, tips & trik untuk mendekati subyek di project seperti ini, sampai kritikan mengenai bagaimana project seperti ini riskan akan eksploitasi yang hanya menyampaikan sisi kesedihan.

Acara diskusi menjadi semakin menarik ketika seorang penonton presentasi,  Bapak Elia dari Kediri, menyampaikan dan membagikan pengetahuannya tentang kehidupan pemain ketoprak tobong, karena ia ternyata sudah cukup lama bergaul dengan komunitas serupa di Kediri. Pak Elia banyak bercerita mengenai logika dan pandangan hidup para pemain ketoprak yang tidak seperti masyarakat kebanyakan, sampai dengan pandangan kelompok ketoprak dari Kediri yang menganggap ‘aneh’ keputusan dari kelompok Kelana Bakti Budaya yang mengadakan pementasan pamit mati. Cerita dari Pak Elia menambah dimensi baru pada cerita yang disampaikan oleh Budi dan memperkaya wawasan seluruh peserta yang datang.

Acara berlangsung sampai sekitar pukul 21.00 WIB, setelah kurang lebih satu setengah jam diskusi berjalan. Tercatat 35 orang menghadiri presentasi perdana malam itu, walau jumlah sesungguhnya mungkin mencapai 40-an orang karena beberapa peserta tidak bisa memasuki ruangan dan menulis di buku tamu. Awal yang cukup baik untuk CEPHAS, kita harapkan ini bisa terus terjadi di pertemuan-pertemuan berikutnya!

P.S. Diskusi lanjutan mengenai presentasi ini masih bisa diteruskan dan disampaikan lewat halaman diskusi fan page Facebook CEPHAS Photo Forum!

This entry was posted in Presentation and tagged , , , . Bookmark the permalink.

One Response to CEPHAS Photo Forum Presentation: Budi Dharmawan

  1. rici says:

    *berharap bisa ikutan😐

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s