Cephas Photo Forum Presentation: Felix E. Yudi & Harisinthu

Cephas Photo Forum menampilkan presentasi foto yang diangkat dari buku ABHAYAGIRI, yang menampilkan prosa karya Trie Utami dan foto-foto karya Felix E. Yudi dan Harisinthu.

==========================================

Dalam kesempatan ini kami akan membicarakan tentang persepsi kami (Felix, Sinthu, dan Trie Utami) tentang Keraton Ratu Boko lewat karya fotografi dan prosa. Bagaimana Boko yang dulu bernama ABHAYAGIRI menyimpan keindahan sekaligus misteri yang sampai kini masih belum terungkap.

Melalui sebuah buku fotografi yang berjudul: “ Abhayagiri Keraton Ratu Boko-Matahariku Rembulan” yang sudah diterbitkan oleh kelompok Gramedia grup. Kami mencoba menguak keindahan dan misteri boko tersebut.

Sebagaimana kita tahu bahwa Candi yang satu ini terletak di sebuah bukit, sekitar 3 km dari Candi Prambanan, dan 19 km dari kota Yogyakarta Luasnya kurang lebih 16 ha, yang mencakup dua desa di Propinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Dawung dan Sambirejo.

Dari Situs itu sendiri ditemukan bukti tertua yang berangka tahun 792 Masehi berupa Prasasti Abhayagiriwihara. Prasasti itu menyebutkan seorang tokoh bernama Tejahpurnpane Panamkorono. Diperkirakan, dia adalah Rakai Panangkaran yang disebut-sebut dalam Prasasti Kalasan tahun 779 Masehi, Prasati Mantyasih 907 Masehi, dan Prasasti Wanua Tengah III tahun 908 Masehi. Rakai Panangkaran lah yang membangun candi Borobudur, Candi Sewu, dan Candi Kalasan. Meski demikian Situs Ratu Boko masih diselimuti misteri. Belum diketahui kapan dibangun, oleh siapa, untuk apa, dan sebagainya. Orang hanya memperkirakan itu sebuah bangunan keraton.

Walaupun begitu banyak dan beragamnya sisa-sisa bangunan ditemukan di sana, sampai sekarang fungsi Ratu Boko masih belum diketahui. Ada yang percaya bahwa bahwa Ratu Boko merupakan biara, atau sebuah tempat beristirahat dan rekreasi.

Prasasti-prasasti yang ditemukan pun agaknya sulit untuk dijadikan sebagai sumber untuk mengetahui fungsi candi yang satu ini. Tulisan-tulisan yang ditemukan di sana hanya menunjukkan bahwa Ratu Boko ada di masa antara abad ke-8-9. Prasasti yang berasal dari abad ke-8 umumnya berisi pendirian bangunan suci Buddha, sedangkan abad ke-9 berisi tentang pendirian bangunan suci Hindu sekali. Tapi karena tidak ada prasasti yang secara eksplisit menyebutkan fungsi dari setiap bangunan yang ada, maka Ratu Boko masih menjadi misteri sampai sekarang.

Akankah misteri ini terungkap?

(Felix, Sinthu, Trie Utami)

This entry was posted in Presentation and tagged , , , , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s